Diah Pitaloka Bela Menag Soal Wacana Larangan Niqab dan Celana Cingkrang

Jakarta, repdemnews – Menyikapi wacana Menteri Agama Fachrul Razi mengenai larangan memakai Niqab (cadar) dan celana cingkrang di Kalangan ASN yang menuai beragam tanggapan miring dari sebagian kalangan, Politisi PDI Perjuangan Diah Pitaloka membela pernyataan Menag Fachrul Razi.

 seperti yang di lansir gesuri.id, Diah menilai Fachrul tidak pernah menyatakan bahwa dua hal itu dilarang, namun masih mengkajinya "Saya pikir dia juga sangat moderat ya, lagian usulan ini masih akan dikaji tidak main ketok saja, dan yang keluar baru statemen alias wacana atau pemikiran, dan tolong garis bawahi bahwa usulan ini masih akan dikaji," kata Diah Pitaloka, Rabu (6/11).

 lebih jauh Diah mengatakan, tak masalah jika Kemenag melakukan kajian terhadap larangan cadar dan celana cingkrang di lingkungan instansi pemerintah dan mengharap publik berfikir sederhana, Diah menganalogikannya dengan polisi yang 'dilarang' memakai sarung.

 "Sederhananya, misalnya Kapolri bilang bahwa polisi dalam bertugas tidak boleh pakai sarung. artinya bukan berarti orang nggak boleh pakai sarung atau melarang orang pakai sarung, Cuma saat bertugas tidak boleh pakai sarung. Kalau di rumahnya khan boleh pakai sarung, meski tidak bisa disamakan antara cadar dengan sarung. Cuma maksud saya tiap kelembagaan pemerintah punya kebijakan,ya kalau ini nanti jadi kebijakan toh Kenyataannya juga belum jadi kebijakan," ujar Diah mengakhiri.

 Seperti diketahui, Menag Fachrul Razi membuat pernyataan yang mewacanakan pelarangan ASN memakai cadar dan celana cingkrang, kemudian menjadi polemik di publik.

 

Tinggalkan Komentar

loading...