Gotong Royong Model Altruisme PDI Perjuangan Dalam Menghadapi Covid-19

Oleh : Leonardo Marbun (Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional Daerah Provinsi Sumatera Utara)

Wabah Covid-19 yang memiliki dampak multidimensi menggugah banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Beberapa artis, pengusaha dan masyarakat lain melakukan kegiatan guna menangani Covid-19.

PDI Perjuangan, melalui Ketua Umum-nya Ibu Megawati Soekarnoputri, sejak awal merebaknya corona telah menginstruksikan ke segenap pimpinan partai secara berjenjang agar ikut terlibat secara aktif bergotong royong untuk membantu rakyat dan pemerintah menangani Covid-19.

Di berbagai tempat mulai dari DPP,  DPD, DPC telah melakukan berbagai hal. Seperti penyemprotan disinfektan, pembuatan sarana cuci tangan, pembagian masker, pembagian jamu sehat, pemberian sembako bagi warga kurang mampu dan lain sebagainya. Ibu Megawati Soekarnoputri juga memberikan tenda sebagai tempat isolasi di Semarang.

Adalah gotong royong menjadi nilai yang dianut partai, sebagai bagian dari ciri khas masyarakat Indonesia. Gotong royong inilah yang terus disuarakan, partai baik secara internal maupun eksternal. Perasan Pancasila ke Trisila menjadi Eka Sila itulah Gotong royong. Dalam perspektif modal sosial bagian kerjasama dengan saling percaya satu sama lainnya. Gotong royong baik secara materi, pikiran dan tenaga diinternalisasikan pada kader-kader partai sehingga menjadi nilai dan modal perjuangan bersama.

Dalam perspektif kemanusiaan bahwa gotong royong yang diimplementasikan oleh partai adalah altruisme yang muncul dengan mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan partai semata.  Atruisme merupakan paham di mana seseorang mementingkan kehidupan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri.

Altruisme menjadi tanggungjawab moral tanpa harus melihat ideologi dan agama seseorang. Sehingga bantuan yang diberikan oleh kader PDI Perjuangan jika bersifat sektarian akan dipecat. Hal ini menandaskan bahwa nasionalisme PDI Perjuangan adalah nasionalisme kemanusiaan. Sebagaimana Soekarno menyebutnya dengan istilah sosio-nasionalisme yakni nasionalisme yang mementingkan massa rakyat.

Gotong royong menjadi model altruisme partai yang tidak melihat adanya kepentingan pribadi, tapi melihat kepentingan yang lebih besar yakni  rakyat . Dalam menghadapi Covid-19, PDI Perjuangan melalui ibu Ketua Umum menginstruksikan kepada pimpinan partai secara berjenjang untuk mendata kader-kader, pengurus dan simpatisan PDI yang mengalami dampak ekonomi dari wabah covid-19. Pendataan bertujuan agar bantuan yang diberikan nantinya tepat sasaran yakni mereka yang membutuhkan.

Gotong royong menjadi model altruisme partai dalam masyarakat

Gotong royong bukan  philantropis, tetapi bersifat altruist di mana tidak sekedar hanya memberikan bantuan tetapi ikut terjun langsung membantu masyarakat. Gotong royong bukan juga membantu dengan anjuran informatif tetapi mempraktekkan langsung pada masyarakat, misalnya memasang masker.

Model altruisme PDI Perjuangan dengan kegiatan gotong royong memberikan makna bahwa kemanusiaan bukan hanya urusan agama ataupun lembaga-lembaga sosial. Kemanusiaan adalah urusan semua pihak.

Karenanya PDI Perjuangan menjadi partai yang terdepan melakukan aksi-aksi kemanusiaan demi kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Gotong royong memberikan makna bahwa partai mementingkan perjuangan bersama untuk kepentingan rakyat. Menerapkan sosio-nasionalisme, kemanusiaan yang mementingkan massa rakyat.

Tinggalkan Komentar