GP Marhaenis DIY Usulkan Besaran Tarif PBB Lahan Persawahan Bantul, Nol Rupiah

Jokyakarta - Beberapa hari lalu telah diadakan audiensi antara pengurus DPC Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Bantul dengan Bapak Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslich. Pertemuan tersebut juga didampingi oleh Sekretaris GPM DIY Antonius Fokki Ardiyanto S.IP.

Dalam audiensi tersebut, selain memperkenalkan Gerakan Pemuda Marhaenis yang telah lama mati suri, Sekretaris GPM DIY Antonius Fokki Ardiyanto S.IP menyampaikan kepada Abdul Halim Muslich, bahwa GPM di Kabupaten Bantul sudah terbentuk struktur kepengurusan mulai di tingkatan DPC (kabupaten) dan tingkat PAC (kecamatan),  di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul.

Berkaitan dengan hal tersebut, Fokki meminta SKT (Surat Keterangan Tercatat) di Badan Kesatuan  Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Bantul, sehingga GPM bisa menjadi organisasi massa yang sah dan legal dalam menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Bantul.

Antonius Fokki juga menjelaskan bahwa GPM adalah ormas yang independent tidak berafiliasi kepada partai politik, serta memiliki ideologi marhaenisme. Artinya fokus gerakan GPM berpihak dan pada wong cilik, kaum miskin dan terlantar, yang di dalam terminologi GPM diistilahkan dengan wong marhaen.

Fokki juga memohon kepada Bapak Wakil Bupati Bantul --yang juga calon Bupati dari PDI Perjuangan di Pilkada 2020-- untuk dapat bekerja sama dan memberdayakan GPM, sebagai mitra dalam program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul.

Secara khusus, Fokki Ardiyanto, selaku Sekretaris GPM DIY, meminta kepada Wakil Bupati Bantul agar bisa mengambil kebijakan mengenai besaran tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya lahan persawahan di daerah Bantul, untuk menjadi nol rupiah.

Menurut Fokki dalam press release-nya, selain sebagai wujud nyata keberpihakan kepada wong cilik (petani), kebijakan ini juga mendukung kebijakan ketahanan pangan dan alih fungsi lahan. Seperti diketahui bersama, di Bantul banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi perumahan.

Dalam tanggapannya, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, mengapresiasi berdirinya GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis) di Bantul dan siap bekerja sama untuk mewarisi api perjuangan Bung Karno dalam mengangkat harkat dan martabat kaum marhaen, termasuk petani di Kabupaten Bantul.

Tinggalkan Komentar