Jadi Penyebab Banjir, Ketua DPRD Sumut Minta Aparat Tindak Pelaku Ilegal Loging

Medan, repdemnews.com - Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mengutuk keras terjadinya perambahan hutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, diduga menjadi penyebab banjir bandang yang menghajar tiga desa di Kecamatan Na IX-X.

Dalam Pernyataanya Baskami meminta Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara mengusut dugaan praktik illegal logging yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

"Harus diusut, apa sebabnya sehingga terjadi banjir bandang di Labura. Memang selain curah hujan, kita menduga terjadi praktik illegal logging di sana. Sebab banyak limbah kayu dalam derasnya air itu," kata Baskami, dihubungi Jumat 3 Januari 2020.

Baskami kemudian mengingatkan, agar tidak ada lagi praktik perambahan hutan di Sumatera Utara, karena sangat berdampak terhadap ekosistem hutan dan masyarakat sekitarnya.

DPRD Sumatera Utara, sambungnya, segera melakukan kunjungan kerja ke lokasi banjir bandang. Mereka berencana melihat langsung apa yang terjadi di sana dan serius menanganinya.

"Kita DPRD Sumatera serius menanggapi peristiwa ini. Kita akan melakukan kunjungan kerja ke Labura, melihat langsung, bersama dengan Komisi A, B dan D. Komisi A tentang hukum, Komisi B menangani kehutanan dan Komisi D tentang perizinannya, apakah regulasi penebangan pohon di hutan dilakukan dengan benar atau tidak," tandasnya.

Seperti di ketahui Sebelumnya dipenghujung tahun 2019 Kabupaten Labuhanbatu Utara mengalami musibah banjir bandang, tepatnya di Kecamatan NA IX X di daerah kawasan hutan hatapang.

 Ada beberapa desa yang terkena dampak dari banjir tersebut dan desa yang paling parah adalah Desa Pematang Kecamatan NA IX X Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (29/12/2019). Ada puluhan rumah warga yang rusak berat bahkan sampai ada yang hilang terseret arus.

Gelondongan kayu dalam jumlah besar ikut bersama derasnya air menghancurkan puluhan rumah warga. Beberapa warga menjadi korban dan dari lima yang dinyatakan hilang, tiga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjangan banjir bandang. 

Tinggalkan Komentar

Logo