Mengenal Perbedaan Istilah PSBB dan Karantina Wilayah

Oleh : Ari Widi Astuti

Pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mengantisipasi sebaran dan penularan Covid-19. Keputusan yang sudah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3/2020).

Sebelumnya, sebagian besar masyarakat telah sering mendengar dan memperbincangkan istilah Karantina Wilayah. Kali ini muncul istilah baru yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ada baiknya agar kita tidak keliru dalam memahami keduanya, kita belajar untuk mengetahui perbedaan kedua istilah tersebut.

Secara garis besar, perbedaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Karantina Wilayah, terletak pada bagaimana bentuk pelaksanaannya.

Melansir kompas.com, mengutip dari pasal (1) ayat (11) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, yang dimaksud dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB adalah

“Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.”

PSBB ini paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Artinya, masyarakat masih diperbolehkan untuk keluar melakukan kegiatan, namun dibatasi pada kegiatan atau kondisi khusus. Masyarakat masih boleh keluar rumah dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya, hendak membeli kebutuhan sehari-hari, bekerja yang tidak bisa dilakukan dari rumah, atau keadaan darurat lain. Meskipun tetap ada himbauan untuk berada di rumah saja.

Sementara, Karantina Wilayah lebih dimaksudkan pada pembatasan pada masyarakat di suatu wilayah dengan menutup akses keluar masuk, dan terdapat petugas yang menjaga di luar wilayah karantina.

Mengutip pasal (1) ayat (10) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, yang dimaksud dengan karantina wilayah adalah :

"Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi."

Karantina wilayah, dilaksanakan pada seluruh anggota masyarakat di suatu wilayah. Karantina ini dilaksanakan bila dari hasil konfirmasi laboratorium telah terjadi penyebaran penyakit antar anggota masyarakat di wilayah tersebut. Wilayah yang dikarantina diberi garis karantina, dijaga terus menerus oleh Pejabat Karantina Kesehatan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pejabat Karantina Kesehatan berada di luar wilayah karantina. Sedangkan anggota masyarakat yang dikarantina, tidak diperbolehkan keluar masuk wilayah karantina.

Ada sejumlah ketentuan lain yang terdapat dalam karantina wilayah, mengutip dari pasal 55, yakni :

  • Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.
  • Tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam penyelenggaraan Karantina Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait.

Demikian perbedaan yang terdapat di dalam istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Karantina Wilayah. Diharapkan, setelah mengetahui perbedaan kedua istilah tersebut, kita tak lagi keliru dalam memahami makna keduanya. Hingga kita bisa membantu pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi kebijakan dan himbauan yang telah diberikan.

Guna menghindari penyebaran virus corona, pemerintah dan pihak terkait telah mengeluarkan himbauan agar masyarakat di rumah saja, jaga jarak aman sekitar satu meter, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan hand sanitizer bila tidak menemukan air dan sabun, jaga imun tubuh dengan minum suplemen, vitamin, ataupun minuman rempah; dan tetap berpikiran positif.

  

 

 

Tinggalkan Komentar