Meryl Angkat Bicara Terkait Wacana Gubernur Adakan Perlombaan Triathlon Sebagai Pengganti FDT

Medan, repdemnews.com - Terkait Rencana Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi yang akan membuat acara perlombaan Triathlon, menggantikan Festival Danau Toba (FDT) 2020  supaya lebih banyak orang yang hadir.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Fraksi PDI Perjuangan Meryl Rouli Saragih menilai bahwa Festival Danau Toba adalah festival yang sudah berlangsung sejak tahun 2013 yang sudah dilaksanakan di 7 kabupaten kota dimulai dari Kabupaten Simalungun, Toba Samosir (Tobasa), Samosir, Humbang Hasundutan (Humbahas), Pakpak Bharat, Dairi, Karo dan Tapanuli Utara,

"Agenda Tahunan tersebut didasari Undang-undang No 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan juga disebutkan bahwa penyelenggaraan festival juga termasuk salah satu strategi untuk mempromosikan Pariwisata, apabila Bapak Gubernur Edi Rahmayadi mengganti keperlombaan ke hanya Triathlon saja, sungguh sangat disayangkan karena festival ini membantu program pemerintah dalam menargetkan Danau Toba Destinasi Prioritas Pariwisata di Tahun 2020" Ujarnya Pada Senin (13/1)

Meryl juga mengingatkan bahwa Presiden Jowoki telah menetapkan bahwa Danau Toba sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata indonesia , apabila Gubernur Edi Rahmayadi mengganti festival Danau Toba 2020 dengan alasan tidak siap,

"mungkin perlu evaluasi khusus kepada panitia, untuk mempersiapkan festival  dengan baik dan matang sehingga output yang direncanakan berhasil, karena secara khusus festival danau toba ini adalah suatu momentum yang menumbuhkan nilai kebudayaan Lokal di Sumatera Utara ," Jelasnya

Meryl mengatakan Festival Danau Toba diharapkan jangan ditiadakan , seharusya tetap berjalan dengan semestinya hanya perlu penyesuaian jadwal pelaksanaannya saja, yang sesuai dengan waktu libur anak sekolah secara global antara bulan juni-agustus serta memperhatikan secara mendalam  pemilihan tuan rumah yang siap menyelenggarakan festival , untuk itu perlu koordinasi antara pemprovsu dan beberapa kepala daerah untuk menunjuk tuan rumah yang benar-benar siap dalan menyelenggrakab FDT terutama dalam hal menyediakan sarana dan prasarana festival danau toba , serta sanggup melakukan promosi baik di  tingkat Nasional maupun mancanegara, 

"Perlunya sinergitas antara Pemprovsu dan kepala daerah Kabupaten  agar mampu mempromosikan FDT  mulai dari media sosial, kerjasama dengan instansi terkait dan cara lainnya, dan Kepala daerah harus mampu bekerjasama untuk mempromosikan festival ini baik nasional maupun dimancanegara," tegasnya.

Meryl  juga mengatakan Seandainya kepala daerah yang menjadi Tuan rumah FDT menjalankan fungsi kerjanya dengan baik serta melakukan terobosan promosi dan pengawasan sekaligus pengecekan persiapan FDT maka peristiwa ditiadakannya festival danau toba tidak akan terjadi.

Namun, disisi lain, Meryl juga mengungkapkan apabila FDT digantikan dengan perlombaan Triathlon dengan tidak adanya anggarakan yang ditampung kemungkinan besar juga tidak akan terlaksana. hal itu dikarenakan Dalam anggaran FDT 2020 yang dianggarkan hanya untuk perlombaan paduan suara, lomba vokal group dan lomba ucok butet. Sementara perlombaan sport, olahraga air dan karnaval seni budaya tidak ditampung sama sekali,

"solusinya yang dapat saya berikan bahwa Pemprovsu dapat berkoordinasi dengan pihak pusat yaitu Menteri Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif untuk bisa menjadwalkan FDT dikalender event Nasional, hal tersebut menjadi langkah yang masuk akal, mengingat FDT tidak masuk dalam Calender of Event National, sedangkan yang masuk hanya Samosir Music International (kabupaten samosir) dan Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Toba Samosir)" Bebernya

Meryl menambahkan apabila ingin menyelenggarakan triatlhon di danau toba dapat juga berkerjasama dengan asosiasi triatlhon dunia agar memasukkan kawasan danau toba sebagai salah satu tempat triatlhon yang akan diadakan sehingga seluruh peserta dari penjuru dunia juga dapat ikut sebagai peserta. serta melibatkan anak-anak muda millenial Sumatera Utara untuk dapat serta mempromosikan keragaman budaya yang ada disumatera utara dengan kreativitas masing-masing. 

"Menurut saya perlunya melibatkan anak muda millennial disumatera utara untuk dapat mempromosikan keindahan budaya, bahasa melalui kreativitas yang mampu mengajak influencer- influencer untuk mempromosikan festival danau toba ," pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Logo