Refleksi hari jadi Repdem Ke-15, Antara Usia Dan Harapan

Oleh : Achmad Sazali (Ketua DPD Repdem Sumsel)

3 Desember 2004 adalah hari bersejarah bagi Relawan Perjuangan Demokrasi (Baca:Repdem), sebuah organisasi lahir yang di insiasi oleh beberapa aktifis Pro demokrasi yang pada Tahun 1998 berhasil menumbangkan kekuatan otoritarian Suharto dan mengakhiri 32 Tahun babak kelam sejarah Negeri ini dan masuk dalam era Reformasi, dan hari ini Repdem telah genap berusia 15 Tahun dalam mewarnai sejarah demokrasi di Negeri ini.

sejak awal berdirinya, Repdem telah mampu menarik minat para aktifis untuk bergabung, baik di Ibukota Jakarta maupun di Daerah, karena para aktifis merasa bahwa Repdem mampu menjadi motor penggerak bagi perjuangan yang belum tuntas dalam mengawal gerakan reformasi, agar agenda-agenda Reformasi tidak di korupsi oleh kekuatan yang anti terhadap agenda reformasi dan pembangunan demokrasi di Negeri ini serta menghempang kekuatan pro status quo agar tidak kembali merusak tatanan di Negeri ini.

Sebagai Organisasi sayap pendobrak Repdem Sadar betul fungsi ini sehingga tidak memilih peran bahkan siap melakukan gerakan tidak populis sama sekali, Kita masih ingat Repdem dalam fase 2016-2019 mendorong revisi UU KPK  yang menurut sebagian orang kontra produktif dengan keinginan masyarakat, akan tetapi Repdem kekeuh karena melihat ada ketidak beresan dalam tubuh KPK, dan akhirnya setelah proses pelik memakan waktu dan tenaga masyarakat sadar ada yang harus di beresi dalam tubuh KPK.

Ketua Umum Repdem Masinton Pasaribu berucap lewat sebuah kutipan “Kebenaran tidak dilihat dari seberapa banyak orang mengikuti”, Keteguhan Repdem dalam memandang persoalan hanya melihat dari kacamata idealisme, dan tidak melihat seberapa populis isu tersebut, dan akhirnya perjuangan Repdem dalam membereskan KPK yang langsung dimotori oleh Ketum berhasil dan efektif saat ini.

Didaerah gaung Repdem disambut antusias oleh para Aktifis terutama aktifis 1998 yang ada dibelahan Nusantara, baik di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan bahkan Papua aktifis mereka menyambut baik kehadiran Repdem, maka tidak heran jika hampir disemua provinsi Repdem hadir mewarnai sejarah dalam mengawal agenda Reformasi, semua besatu dalam naungan semboyan “Kesetiakawanan dalam Perjuangan”.

 Sumatera selatan sebagai salah satu Basis kekuatan Repdem telah membuktikan eksistensi Repdem dalam mewarnai sejarah dengan beberapa progamnya, baik progam politik maupun progam gerakan berupa kegiatan Advokasi kasus-kasus masyarakat, dan kehadiran  Redem cukup mendapat sambutan masyarakat Sumatera Selatan secara umum, dengan segala kekuatan yang ada kini Repdem Sumatera Selatan semakin tumbuh dan berkembang sebagai kekuatan penopang kebesaran PDI Perjuangan khususnya PDI Perjuangan Sumatera Selatan.

 Dalam perkembanganya, selain menyikapi isu-isu Nasional, Repdem Sumsel juga menyikapi berbagai persoalan  daerah mulai tatakelola pemeritah Daerah, Advokasi APBD, Advokasi Buruh, dan kaum marjinal lainnya, dan saat ini repdem Sumsel mendorong pemerintah daerah Sumsel baik provinsi maupun Kabupaten agar melaksankan progam reforma Agraria dan pembangunan sektor pertanian terutama meminta pemerintah daerah agar membuat terobosan konkrit dalam membantu masyarakat memanfaatkan kembali lahan-lahan mereka yang tidur, agar bisa menjadi lahan produktif baik untuk perkebunan Rakyat, Pertanian palawija maupun Sawah.

 Selain progam keorganisasian internal, Repdem Sumsel juga membina hubungan baik dengan Organisasi Induk yaitu DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel, dalam rangka kerja-kerja politik kepartaian, hal ini tentunya wajar mengingat Repdem adalah organisasi Sayap PDI Perjuangan maka seluruh kerja-kerja politik harus di bawah kendali PDI Perjuangan dan saat ini atas arahan DPD PDI Perjuangan Repdem Sumsel sedang fokus membangun kekuatan kadernya untuk menyongsong Pilkada serentak 2020.

 Sesuai dengan petunjuk dan pesan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Repdem yang menginginkan  kader daerah menata diri dalam konsolidasi organnisasi dan penguatan Ideologi maka DPD Repdem Sumsel akan melakukan beberapa progam strategis dalam rangka menjalankan intruksi DPN agar Repdem semakin kokoh menjadi organ sayap pelopor baik di tingkat Nasional maupun daerah.

 15 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bertahan dari berbagai persoalan yang membelit, akan tetapi bukan waktu yang lama pula untuk menjadi organisasi yang matang dan sempurna, masih banyak evaluasi yang harus di lakukan untuk lebih mematangkan kerja-kerja keorganisasian baik politik maupun Advokasi akan tetapi semua kekuatan dalam proses membangun menuju kesempurnaan.

Sebagai catatan refeksi 15 Tahun Repdem saya secara pribadi maupun mewakili kader Repdem sumsel tentunya memiliki beberapa harapan kedepannya, diantaranya perbaikan sistem keorganisasian di tingkat DPN yang perlu penataan kembali mengingat manajemen keorganisasian yang kurang sempurna seringkali kader daerah kebingungan dalam melakukan koordinasi baik sifatnya internal maupun eksternal dan berimbas pada kerja-kerja organisasi yang sering tertunda bahkan stagnan dalam beberapa saat.

 yang kedua, kami menginginkan sistem advokasi berjenjang apabila advokasi yang dilaksanakan di daerah harus diselesaikan di tingkat pusat maka DPN harus siap juga mendampingi kader Daerah, sebab saat ini sokongan dari DPN masih kurang memadai,  sehingga kader daerah seringkali melakukan advokasi ketingkat pusat harus berjibaku sendiri dengan minimnya pengetahuan peta politik ditingkat pusat.

Ketiga kami berharap DPN Repdem membentuk Lembaga Bantuan Hukum Internal agar member kekuatan lebih dan kader leih siap dalam melakukan advokasi meski harus dibawa keranah Litigasi, ketiadaan LBH membuat Kader seringkali mati-matian menghindari advokasi litigasi dan mengusahakan jalur non litigasi meski hasilnya kurang maksimal.

Terakhir saya atas nama Ketua DPD Repdem Sumsel mengucapkan Dirgahayu Repdem yang ke-15, Kepada seluruh Kader Repdem Se Indonesia terkhusus buat pimpinan DPN,  Ketua Umum Repdem Bung Masinton Pasaribu dan Sekretaris Jenderal Wanto Sugito, semoga Repdem kedepannya semakin memantapkan dirinya menjadi organisasi sayap pelopor PDI Perjaungan dan bisa lebih mewarnai perjalanan Sejarah Negeri ini baik di Tingkat Pusat maupun daerah,  Salam Kesetiakwanan dalam Perjuangan dari Bumi Sriwijaya.

 

Tinggalkan Komentar