Repdem Papua Barat Minta Semua Stafsus Milenial Mengundurkan Diri.

Manokwari - Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Papua Barat Menilai Mundurnya Belva Devara dan Andy Taufan dari Staf Khusus Presiden  merupakan tindakan yang cukup Memicu adanya Persepsi Publik yang berbeda-Beda bahkan menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan Mundurnya Staf Khusus Presiden,

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD Repdem Papua Barat dalam keterangan Persnya pada Sabtu (25/4/2020)

 "Maka Kami Minta Semua Staf Khusus Presiden dari Kalangan Milenial lebih Baik mundur saja, dari pada membuat gaduh dalam Istana" Ujar Dominggu Yable

Urusan Staf Khusus Persiden bukan sekedar jabatan di Desa atau RT/RW, tapi jauh lebih besar karena menyangkut negeri ini, akan tetapi dari awal dilantik hingga kini selalu bikin gaduh,

"Disaat Presiden beserta Para Kabinet Indonesia Maju, Para Kepala Daerah hingga Lurah, RT/RW bersatu melawan Covid-19 mereka malah buat tindakan kontraproduktif" Tambah Dominggus

Untuk itu Repdem Papua Barat meminta kepada Presiden agar mengganti semua stafsus dari Kalangan Milenial dengan Figur yang lebih Profesional dan Dewasa serta Memahami berbagai Macam Persoalan Bangsa dan Negara yang Berkaitan dengan Sosial Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya, HAM, Keadilan dan sektor-Sektor lainnya Seperti Pendidikan, Kesehatan.

"Rakyat butuh Stafsus yang profesional dan mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Karena Stafsus adalah lembaga non struktural yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas Presiden di luar tugas-tugas yang sudah dicakup Kementerian dan instansi pemerintah lainnya" Jelas Dominggus mengakhiri

Tinggalkan Komentar