Terkait OTT Perkim Ketua BMI Labuhanbatu : Usut Tuntas  

 Ratauprapat - Belum sampai satu minggu sejak Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Labuhanbatu, senin (2/3/2020), Netizen yang tergabung dalam grup facebook Gemala Raya terus menyuarakan untuk dilakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

Dalam operasinya Polda Sumut mengamankan 3 orang yang saat ini (6/3/2020) sudah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya yaitu, Kadis Perkim Labuhanbatu Paisal Purba, dan dua stafnya Zefri Hamsyah PNS staf bagian umum dan Kurnia Ananda serta barang bukti yang turut diamankan berupa, uang tunai senilai Rp 40 Juta Rupiah yang dimasukkan dalam amplop cokelat bertuliskan nama Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta dan Cek Bertuliskan 1.445.000.000.

Seperti diketahui tindakan pungutan liar (pungli) dilakukan untuk mempercepat proses pembayaran 100 persen atas proyek pengadaan pengerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuhanbatu Tahun Anggaran (TA) 2019.

Ketua DPC BMI Kab Labuhanbatu, Riky Pasaribu turut prihatin atas kejadian OTT di Kabupaten tercinta ini. Sebelumnya, di tahun 2019 juga terjadi OTT terhadap Kepala Puskesmas Perlayuan.

Ia menyerukan kepada seluruh OPD yang ada di Labuhanbatu agar tidak ngelantur, dan bekerja sesuai fungsinya.

"Gak usah cawe-cawe lah, yang bukan tanggung jawab di urusi, apalagi urusan proses percepatan pembayaran pengadaan pengerjaan pembangunan" ucapnya tegas

Iya juga meminta Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk mengusut tuntas siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

Tinggalkan Komentar