Tolak Penggunaan Sekolah Untuk Pasien Covid-19, Waode Minta Pemda DKI Cari Alternatif Lain

Jakarta - Anggota DPRD DKI JakartaSekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat, Waode Herlina meminta Pemda DKI Jakarta untuk mencari alternatif lain Terkait perencanaan menyiapkan 136 sekolah di DKI untuk dijadikan tempat isolasi pasien virus Corona atau Covid-19,.

"Lebih baik dicari dulu alternatif yang lebih siap pakai, seperti wisma-wisma atau hotel yang kosong tak terpakai," kata Waode melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/04/2020), Seperti dilansir dari Genial.id,.

Waode sapaan akrabnya, meragukan nasib para orang tua siswa, guru dan siswa apabila setelah itu nantinya sekolah kembali digunakan untuk proses belajar mengajar.

"Saya meragukan keamanan dari virus Covid-19 saat kelas tersebut kembali digunakan untuk belajar," ujarnya.

Terlebih lagi, untuk pasien Covid-19 sendiri harusnya mempunyai kamar mandi di setiap kamarnya dan harus bersekat antara satu pasien dan pasien lainnya.

"Sedangkan sekolahan biasanya hanya punya 1 atau 2 kamar mandi yang bisa dipakai dengan bangunan sebesar itu. Alangkah baiknya jika memilih tempat karantina yang sudah memiliki standar prosedur yang seharusnya," ucap Waode.

Anggota DPRD DKI Jakarta yang sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat ini dengan tegas mendorong Pemprov DKI untuk lebih memilih memberdayakan seluruh RSUD dan Puskesmas yang bangunannya masih layak pakai untuk menampung pasien.

"Bisa juga memanfaatkan mess milik Pemda setempat dan asrama-asrama pemerintah untuk ruang isolasi Covid-19. Bahkan bisa bekerjasama dengan gedung dan bangunan swasta yang lebih layak dibandingkan dengan gedung sekolah," pungkas Waode.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI menyiapkan 136 sekolah untuk menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 atau virus Corona. Hal tersebut tertuang dalam surat dinas kepala Dinas Pendidikan Nahdiana bernomor 4443/-1.772.1.

Sekretaris Dinas Pendidikan Susi Nurhati menyatakan bahwa sekolah tersebut baru sebatas usulan dari dinas. "Ini baru usulan, belum pasti nantinya dipakai," ujar Susi, Selasa (21/4).

Susi menyebutkan surat tersebut merupakan laporan Dinas Pendidikan atas usulan camat lurah untuk isolasi mandiri bagi masyarakat yang berstatus ODP. Dan tindak lanjut instruksi Sekretaris Daerah DKI tentang penyediaan akomodasi tempat untuk paramedis.

Tempat tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19, Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan 5 sekolah, satu buah rumah dinas P3PAUD dan kantor P2KPTK2 dengan total kapasitas tempat tidur 70.

 

Susi menyebutkan seluruh sekolah tersebut akan tetap diverifikasi oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan sekolah tersebut dapat dipergunakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. "Nanti akan diperiksa dulu oleh Dinas Kesehatan," pungkas Susi.

Tinggalkan Komentar