Geopolitik Italia Bisa Hantam Rupiah Kembali Lemas

Perdagangan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan dapat kembali melemah akibat hantaman gejolak ekonomi global.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, belum adanya kejelasan upaya mengurangi gejolak ekonomi dan politik di Italia memberikan imbas negatif pada EUR yang dapat berimbas pada kembali melemahnya laju Rupiah.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.100-15.029,” ujarnya Rabu (3/10).

Reza menjelaskan, pasca menguat, laju Rupiah berbalik melemah. Adanya imbas kenaikan USD seiring dengan pelemahan EUR pasca kondisi ekonomi dan politik yang kembai bergejolak membuat laju Rupiah terpaksa tidak mampu melanjutkan kenaikannya.

“Bahkan pelemahan Rupiah kali ini dinilai lebih dalam sejak tahun 1998 dan memimpin pelemahan dibandingkan sejumlah mata uang negara-negara berkembang,” tuturnya.

Menurutnya, berbalik naiknya imbal hasil obligasi AS yang diikuti dengan kenaikan harga minyak mentah dunia memberikan imbas negatif pada Rupiah.

“Kenaikan tersebut dinilai dapat membuat defisit neraca berjalan berpotensi meningkat sehingga memberikan imbas negatif pada Rupiah,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar